Meneladani Etika Nabi dalam Pergaulan

Islam telah mensyariatkan berbagai tatakrama untuk mengatur kehidupan manusia dan tingkah laku mereka. Bila kita menyimak lebih jauh ajaran Islam, maka kita akan mendapatkan bahwa Islam merupakan agama yang syarat dengan masalah tatakrama, budi pekerti, dan peradaban yang tinggi. Islam menyeru kepada jalan yang ideal dalam masalah tingkah laku dan pergaulan dengan orang lain. Dalam hal ini, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam merupakan teladan yang baik bagi kita. Beliau selalu mengucapkan kata-kata yang paling baik, memilih ucapan yang tepat dan lembut bagi umatnya, jauh dari ucapan-ucapan yang kotor. Beliau tidak pernah melontarkan kata-kata yang tidak pantas, kotor dan kasar. Ucapan yang beliau pilih sangat tepat dan tidak pernah melantur, sehingga tidak disenangi.

Seruan beliau kepada sikap lemah lembut seperti yang diwasiatkan kepada Aisyah :

“Bersikaplah yang lembut. Karena sikap lemah lembut tidak terdapat pada sesuatu kecuali ia membuatnya jadi indah, dan sikap lemah lembut tidak dilepas dari sesuatu kecuali ia membuatnya jadi buruk”

Maka kita harus memperlakukan manusia seperti kesenangan kita bila diperlukan seperti itu, agar kita bisa lebih banyak menjauhi kesalahan. Hendaklah kita membersihkan diri kita, baik dalam perkataan maupun perbuatan, agar kita termasuk orang-orang yang beruntung. Firman Allah :

“Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya” (QS Asy Syam)

Al Bukhari berkata di dalam sahihnya, bahwa Ammar ra pernah berkata : “Tiga hal, siapa yang memadukannya berarti telah memadukan iman, yaitu berbuat adil pada dirimu sendiri, mengucapkan salam kepada orang pandai dan mengeluarkan nafkah dikala sedikit harta.”

Ucapan Ammar ini mengandung dasar-dasar kebaikan. Sebab berbuat adil mengharuskan seseorang melaksanakan perintah Allah secara sempurna, dan juga harus melaksanakan hak manusia. Ia tidak akan menuntut mereka apa yang bukan menjadi haknya dan tidak membebankan sesuatu di luar kemampuan mereka. Ia memberi maaf kepada orang lain dan memberi keputusan kepada mereka seperti yang ia putuskan kepada dirinya sendiri.

Banyak para wanita yang menyeru kepada pola peradaban modern, agar mengikuti aturan-aturan tertentu dalam pergaulan mereka. Aturan itu dinamakan etika , yang kemudian dijadikan rujukan dalam pergaulan sehari-hari. Tetapi kita para wanita muslimah sudah mempunyai panutan yang terdapat pada jalan Nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Untuk itu kita mesti mulai, dan meningkatkan pengetahuan kita tentang sunnah nabi kita untuk kemudian dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

~ oleh jokolelonokosti pada November 24, 2009.

2 Tanggapan to “Meneladani Etika Nabi dalam Pergaulan”

  1. Klo saya pribadi, dalam bersikap selalu akan saya kembalikan pada pertanyaan,”apakah saya mau “dibegitukan”?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: