Organisasi Jasa Kaum Muda Nasional Afrika

Ghana Pelopor Muda di 1955, enam Negara-Negara lain dari Afrika (Kenya, Malawi, Swaziland, Tanzania, Uganda, dan Zambia) sudah menciptakan jasa kaum muda nasional. Generalisasi Pengalaman dari Kenya mencatat sejumlah hasil sasaran untuk menciptakan institutions nasional yang baru ini. Kurang lebih sebagai berikut:

  1. Untuk membantu tentara sebelum perjuangan kemerdekaan seperti ketika kemerdekaan telah dicapai, memerlukan reorientasi untuk bekerja dan hidup yang normal.
  2. Untuk menciptakan tenaga kerja terlatih untuk mendukung angkatan perang dan menjaga ketertiban berbagai hal pertahanan dan keamanan internal.
  3. Untuk membantu membebaskan pengangguran.
  4. Untuk menyediakan perilaku dan ketrampilan baru yang diinginkan melalui pendidikan dan pelatihan.
  5. Untuk membantu pembangunan nasional dengan merancang pekerjaan yaitu bangunan jalan, kendali erosi, penyelesaian agrikultur baru dll.
  6. Untuk membantu perkembangan ciptaan suatu pandangan nasional dan roh antar kaum muda dari berbagai latar belakang kesukuan atau mengenai suku.

Pemerintah dengan aktip membuat ketetapan dalam pendidikan dan keperluan latihan orang-orang muda yang tidak mampu masuk tingkatan sistem persekolahan yang formal. Mereka percaya bahwa pendidikan luar sekolah dan kaum muda yang menganggur bisa disajikan (1) suatu kesempatan untuk latihan kejuruan yang sistematis di tempat asal, (2) suatu kesempatan untuk menyokong dengan ketrampilan dan jasa sukarela ke pembangunan nasional, dan (3) suatu program kelanjutan jasa untuk penempatan pekerjaan, pelatihan, magang, atau keikutsertaan dalam beberapa jenis transmigrasi agrikultur.

Pendidikan Nonformal menawarkan perbaikan dalam membaca ketrampilan, pendidikan kewarganegaraan, seperti hal khususnya peningkatan ketrampilan. Kursus ketrampilan yang diajar meliputi pertukangan kayu, pekerjaan menembok, “yang ditingkatkan” pertanian, dan mekanika motor. Kursus latihan menawarkan isi, struktur akademis, yang bersesuaian dan membawa pengikut latihan di dalam ketenaga-kerjaan.

Permasalahan yang berlawanan adalah self-serving dan society-serving di negara-negara miskin terutama yang tidak mudah didamaikan. Isi dan penempatan program pelatihan bervariasi dengan situasi pengembangan dan prioritas pada setiap negeri. Di Malawi, sebagai contoh, pengembangan pertanian dipandang sebagai prioritas yang pertama dan Pelopor Muda Malawi menggunakan suatu agen untuk memperkenalkan dan mempromosikan peningkatan praktek agrikultur ke area pedesaan.

Kerjasama Kementerian Pendidikan dan Komunis Muda

Liga meningkatkan suatu rencana pada 1968-1969 untuk suatu layanan kaum muda nasional yang mengerahkan baik dalam sekolah dan luar sekolah untuk pelatihan teknis dan pekerjaan produktif kaum muda, organisasi mencari tiga sasaran hasil dasar: (1) untuk menyediakan perbaikan belajar pendidikan dasar, (2) untuk menyiapkan para pekerja agrikultur yang bermotivasi dan berkwalitas untuk mendukung pengenalan tentang mekanisasi pertanian dan (3) untuk mengajar menanamkan kesadaran orang sosialis di pekerjaan, studi, dan bermain.

Pada waktu yang sama banyak tekanan terpusat pada kaum muda yaitu pengangguran, putus sekolah, dan non revolusi dalam perilaku dengan otoritas bidang pendidikan, Liga Komunis muda, dan organisasi massa lain.

~ oleh jokolelonokosti pada November 9, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: