TRADISI

TRADISI JAWAKetika zaman Animesme – Dinamisme mereka mempercayai bahwa ada roh yang paling kuat yang paling berkuasa dan lebih kuat dari manusia. Sebagai tempat pemujaan mereka membuat beberapa monumen yang dibuat dari batu besar besar – besar yang kurang halus untuk menyembah roh leluhur. Orang Jawa menyebut roh leluhur yang dipuja – puja dan di hormati ini disebut Danyange.Setelah agama – agama masuk ke indonesia asimilasi budaya terjadi. perubahan terjadi, akan tetapi tidak menghilangkan budaya itu. Perubahan yang terjadi seperti Fungsi dari orang pintar yang dapat berhubungan dengan roh leluhur di gantikan dengan pemimpin paguyuban. Kemudian bunyi – bunyian diganti dengan pujian dan doa terhadap sang pencipta. Patung yang digunakan sebagai media dihilangkan. Nilai yang terdapat dari ritual itu adalah mendoakan dan pujian orang yang telah meninggal agar mendapat perlindungan dari tuhan. Dalam simbol sajian makanan yang ada di ritual itu adalah lodoh yang berarti pengorbanan dari hasil ternak meniru dari kitab perjanjian lama dan perjanjian baru. Kue apem sebagai lambang minta ampun pada Allah dan sesama manusia. Nilai – nilai itu memaknai hidup manusia yang tidak bisa lepas dari tuhannya. Maka dari itulah pendidikan agama diperlukan sejak dini bagi anak didik atau siswa. Acara ritual yang terjadi menggambarkan tentang kerukunan antara manusia haruslah tetap dijaga.

~ oleh jokolelonokosti pada Oktober 27, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: